Nama Anak Keduaku Ezralceo Sean Lai adalah Penolong Yang Kuat Hadiah Dari Tuhan Sebab Tuhan Ingin Aku Kembali ke RencanaNya | Kehamilan Yang Menjadi Titik Balik Hidupku |


Suatu hari ketika aku sedang mencari-cari nama buat calon anak keduaku saat itu, tiba-tiba Roh Kudus memberikanku suatu hikmat yang baru lagi mengenai nama anak keduaku yang biasa aku panggil dengan nama Ceo (baca;  Seo). 

Bulan November 2017 silam saat itu adalah bulan pertama aku mengetahui kehamilan atas anak keduaku. Masa-masa titik balik hidupku yang membuatku berani mengambil keputusan untuk bertobat dari semua jalan kefasikan hidup yang aku tempuh selama ini dan berani ambil keputusan untuk sungguh-sungguh hidup didalam Tuhan. Baca cerita selengkapnya mengenai bagaimana akhirnya aku lahir baru, Yesus memulihkan hidupku dari segala kenajisan.

Sehingga kemudian aku ingin memberi nama bagi anak keduaku dengan nama "Penolong Yang Kuat Hadiah Dari Tuhan" oleh karena keadaanku saat itu yang begitu terpuruk seolah-olah sudah tidak ada harapan lagi. Namun kemudian kehadiran Ceo didalam rahimku adalah satu titik balik yang membuat aku lahir baru didalam Kristus.

Tuhan Yesus memberiku sebuah iman baru bahwa kehadiran anak inilah sebagai "penolong" bagiku dan diantara sekian arti nama yang merujuk dalam referensiku tersebut dan karena anak kedua ternyata adalah anak laki-laki lagi, sehingga entah mengapa hatiku paling cocok dengan nama "Ezralceo Sean" dan kutambahkan Lai sebagai nama marga dari ayahnya. Jadilah akhirnya aku memanggil anakku dengan panggilan Ceo yang kemudian bisa diartikan pula sebagai CEO (Chief Executive Officer). Dengan harapan kelak anakku akan menjadi seseorang yang sukses yang akan dipakai menjadi bendaharanya Tuhan.

Kemudian beberapa waktu yang lalu aku mendengarkan khotbah dari Ps. Philip Mantofa mengenai kembalinya bangsa Israel dari pembuangan di Babel ke Yerusalem dan Yehuda untuk kembali membangun Bait Suci Allah dan tinggal disana sesuai dengan perjanjian Tuhan dengan Abraham untuk memelihara keturunan bangsa Israel dengan tidak benar-benar memunahkan bangsa itu. Oleh karena kasih Setia Tuhan Yesus sebagai suatu pribadi yang penuh dengan kasih dan tidak pernah melupakan janji-janjiNya bagi kita. Sekalipun kita telah sempat keluar dari rencanaNya atas hidup kita, namun Dia akan terus mencari bagai Gembala yang mencari dombanya yang hilang sekalipun hanya seekor domba yang terhilang.

Dan bangsa Israel dibuang ke Babel karena ketidaktaatan bangsa Israel kepada Tuhan. Mereka yang tegar tengkuk, menikah dengan bangsa lain penyembah berhala dan menjadi ikut menyembah berhala, patung dan dewa dewi kenajisan dan kekejian, melakukan segala yang jahat dimata Tuhan sejarahnya dapat dibaca didalam alkitab perjanjian lama.

Sehingga Tuhan membuang mereka selama 70 tahun di Babel. Lalu kemudian tampillah nabi Ezra yang diutus Tuhan untuk membawa pulang bangsa Israel ke Yerusalem dan Yehuda tanah perjanjian setelah genap tahun-tahun pembuangan mereka di Babel. Nabi Ezra adalah nabi yang dipanggil Tuhan untuk kembali ke rencana Tuhan atas bangsa itu dan sekedar info Nabi Ezra juga adalah seseorang yang memimpin pencatatan kitab-kitab perjanjian lama dari Kejadian sampai Maleakhi. Namun, kembalinya Ezra dan bangsa Israel ke Yerusalem dan Yehuda dan membangun Bait Suci Allah tidaklah mudah. Kalau kita membaca dikitab Ezra ada begitu banyak kendala dan serangan-serangan dari pihak-pihak yang membenci.

Nabi Ezra yang berarti penolong itulah alasanku menamakan Ceo dengan nama Ezra = penolong, Alceo = kuat,  Sean = hadiah dari Tuhan digabung menjadi Ezralceo Sean Lai (marga) artinya penolong yang kuat hadiah dari Tuhan.

Nah, inilah yang tiba-tiba muncul dihatiku, Tuhan kembali mengingatkan aku melalui anak ini dan kali ini adalah melalui namanya. Sebab belakangan ini aku sedang merasa lelah dalam kehidupan aktivitas sehari-hari dan pergumulan batinku. Sebagai ibu rumah tangga biasa, terus terang seringkali aku merasa lelah sekali dengan segudang pekerjaan rumah tangga 24 jam mengasuh anak, kemudian memasak,  mencuci dan lain sebagainya. Jujur saja bagi para ibu rumah tangga lainnya mungkin juga ada yang merasakan hal yang sama sepertiku. Pekerjaan sehari-hari dengan resiko stress yang begitu tinggi dan tanpa gaji !

Oleh suatu sebab saat ini aku pun tinggal diluar negeri yaitu dinegerinya suamiku, dinegeri orang yang tidak mengenal Tuhan. Sebab mayoritas keyakinan dinegeri ini adalah menyembah patung, roh leluhur, dewa-dewi dan pohon-pohon besar yang diberi sesajian dan disembah-sembah. Negeri yang juga melegalkan pernikahan sesama jenis. Bahkan dirumahku banyak terdapat jimat-jimat dan juga ada patung sesembahan. Kemanapun aku melangkah, dimana-mana mataku melihat hal-hal ini dan rasanya keadaan ini membuatku sedih dan terintimidasi. Aku seolah-olah juga sedang dalam pembuangan kenegeri ini, bagaikan bangsa Israel yang dibuang ke negeri Babel.

Ketika aku berusaha kembali kepada Tuhan, aku tahu ada harga yang harus kubayar, ada hal-hal dan peristiwa yang akan membawaku ke level yang lebih tinggi.

Tetapi hati-hati bagi anak Tuhan, karena pertobatan kita saja tidak serta merta membuat hidup kita langsung menjadi mudah. Justru iblis akan terus berusaha mempengaruhi pikiran kita bahwa sekalipun kita sudah bertobat, ada hukuman bak hukuman pidana yang tetap harus dijalani.

Dan menjadikan hal ini sebagai tuduhan-tuduhan iblis didalam pikiranku berkata bahwa kenapa Tuhan mengizinkan aku ada disini ? Lalu kemudian ada tuduhan yang lain pula bahwa ini semua terjadi karena kesalahanku menikah dengan suami dari bangsa yang tidak mengenal Allah yang sekalipun dia sudah dibaptis namun dia tidak sungguh-sungguh didalam Tuhan. Ditambah lagi ayah mertuaku, ipar-iparku dan keluarga besar dari suamiku yang cukup fanatik didalam keyakinannya menyembah roh leluhur, turut serta menjadi pergumulanku sebagai terang dan garam dunia tetapi juga sebagai pengikut Kristus yang dianiaya. Sebab mereka khususnya ayah mertuaku mulai mengintimidasi aku sebagai menantu dikeluarga mereka, aku disuruh harus ikut pai-pai sembah roh leluhur mereka. Entah sudah beberapa kali keadaan bersitegang diantara kami. Antara aku harus tetap setia kepada Tuhan Yesus atau bagaimanakah menjadi terang dan garam dunia seperti yang Tuhan inginkan jika keadaan menjadi cek-cok dengan mertua dan para ipar ? Kemudian pikiran-pikiran ketakutanku yang lainnya yang dibumbui oleh iblis si penipu bahwa kalau aku gak nurut mertua, mungkin aku akan diusir atau dianiaya dalam bentuk apapun. Secara aku tinggal dinegeri orang dan numpang pula dirumah mertua.

Seringkali pula hatiku pedih kalau melihat anak-anakku saat sedang kusuapi makan atau saat mereka sedang tidur, membuatku tak kuasa menahan pedihnya hati ini melihat wajah mereka karena kepikiran bagaimanakah masa depan anak-anak ini kalau kami masih ditinggal disini entah sampai kapan ? Apakah anak-anakku akan terpengaruh budaya tidak mengenal Allah disini ? Dan ketakutan-ketakutan lainnya.

Sehingga pikiran-pikiran seperti inilah yang membuatku sering merasa down disaat -saat tertentu .

Namun, hari itu Tuhan lagi-lagi menyatakan kepadaku bahwa sesungguhnya Dia telah mengampuniku dan Tuhan sama sekali tidak sedang membiarkanku berjuang sendirian dimanapun aku berada. Tuhan mengingatkanku melalui cerita Ezra bahwa Tuhan ingin aku kembali kerencanaNya, dan bahwa bukan suatu yang kebetulan bukan aku mendapat hikmatNya dengan menamai anakku Ezra ketika itu aku bahkan sedang ada di Indonesia. Saat aku melahirkan di Indonesia dan memberikan nama Ezra kepada anakku aku bahkan tidak pernah terfikir untuk tinggal di negerinya suamiku. Sungguh semuanya bukan suatu yang kebetulan begitu saja.

Tetapi tentu saja untuk kembali lagi kedalam rencana Tuhan atas hidup kita, dimana kita telah sempat keluar apalagi bagi yang telah sangat jauh meninggalkan Tuhan dalam hidupnya adalah sesuatu yang tidak mudah begitu saja. Kadang-kadang ada orang yang membutuhkan waktu 6 bulan, 8 bulan bahkan tahunan untuk berhasil benar-benar kembali, tergantung kesungguhan hati orang tersebut.

Ada banyak kesaksian seperti cerita seorang transgender pria menjadi wanita yang bernama Tania, didalam perjalanan hidupnya Dia menemukan Tuhan Yesus dan hatinya dijamah Roh Kudus dan berhasil bertobat sungguh-sungguh hingga berhasil menjadi pria kembali dengan nama Jonathan. Didalam perjalanan hidupnya sama sekali tidak pernah terfikir baginya bahwa dia akan menjadi pria kembali.  Sebab bagi seorang transgender mereka akan membenarkan perbuatan mereka dengan berbagai cara kalau bukan Tuhan sendiri yang menjamah hatinya. Proses pertobatannya hingga benar-benar beres butuh waktu sekitar 8 tahunan sejak 2011 hingga sekarang.

Dan lagi-lagi aku terkesima dengan Tuhan yang benar-benar ada didalam hidupku dan tidak pernah meninggalkanku. Tuhan Yesus yang aku sembah benar-benar adalah Tuhan yang hidup dan Dia Allah yang berbicara,  bukan patung atau batu yang diam saja saat umatNya membutuhkan Dia. Dia juga adalah Allah yang sanggup memberi pertolongan dalam segala kesesakan. Namun yang Tuhan inginkan bagi kita orang percaya adalah tetap setia dan percaya bahwa pertolonganNya tidak pernah terlambat, selalu tepat dan indah pada waktunya. ( Pengkhotbah 3 : 1, 11, 14 Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya.  Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.  Aku tahu bahwa segala sesuatu yang dilakukan Allah akan tetap ada untuk selamanya; itu tak dapat ditambah dan tak dapat dikurangi; Allah berbuat demikian, supaya manusia takut akan Dia. )

Sungguh tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.
Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amen .

With Love,
Mama Tangguh - FN

Catatan kecil : 
     Setiap cerita merupakan kisah nyata dari penulis sendiri dan beberapa nama, tempat dan peristiwa tidak dijelaskan secara eksplisit demi menjaga privasi dari penulis dan orang-orang yang berkaitan. 

Semoga setiap kisah dapat menginspirasi saudara, menjadi jawaban dari pertanyaan-pertanyaan saudara yang mungkin mengalami peristiwa yang serupa dan menjadi berkat bagi saudara. Selamat membaca, Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amen.

Baca juga kisah lainnya tentang bagaimana proses demi proses yang kulalui dalam perjalanan iman bersama Tuhan Yesus.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku Mendapat Rhema dan Kuucapkan ! | Firman Tuhan Yang Menjadi Rhema | Aku Tahu Itu Rhema Buatku | Peperangan Roh Bertarung Melawan Negeri Penyembah Berhala

Kesaksian Hidupku Dipulihkan Tuhan Yesus dan Lahir Baru (Part 1) |Kisah ini terjadi saat aku mulai hidup jauh meninggalkan Tuhan didalam hidupku.

Cerita Kesaksian Bagaimana Adikku Mendapat Beasiswa Masuk Sekolah STTD (Sekolah Tinggi Transportasi Darat) di Bekasi | Pertobatan | Teguran dari Roh Kudus | Revisi Tulisan dari Sebelumnya | Sekolah Taruna Milik Pemerintah | Kejadiannya Sungguh Ajaib