Mujizat Di Hari Natal | Kesaksianku Aku Ditolong Tuhan | Kesaksianku Semua Dokumen-Dokumen Paspor, Akta Kelahiran, KK dan Affidavit Anakku Selesai Tepat Waktu | Tidak Ada Yang Mustahil Bagi Tuhan Yesus
Ketika mulai mendekati akhir tahun 2018 lalu, tepatnya sekitar bulan Oktober, tiba-tiba suamiku yang berkewarganegaraan asing mendapat informasi dari perusahaan tempatnya bekerja bahwa dia tidak akan diperpanjang lagi masa kontrak kerjanya di perusahaan yang ada di Palembang itu. Seketika aku yang mendengar kabar itu merasa bagaikan disambar petir disiang bolong. Langsung terbayang dibenakku berbagai macam skenario tidak menyenangkan apa saja yang mungkin akan terjadi kemudian. Mulai dari pengurusan segala macam dokumen untuk keperluan pindah keluar negeri dan masalah-masalah lainnya yang harus dibereskan satu persatu sebelum kami berangkat. Intinya kami semua dikejar oleh waktu berhubung dengan masa izin tinggal suamiku yang hanya sampai pada bulan Desember 2018 saja.
Kelahiran Ceo anak keduaku tentu membuatku harus mengurus dokumen-dokumen kelahirannya. Dan ada banyak yang menjadi pergumulanku dalam mengurus dokumen Ceo, terutama dalam mengejar waktu untuk segera menyelesaikannya. Sebagai anak dari orang tua yang berbeda warga negara tentu dokumen yang diurus lebih banyak dari biasanya. Nah, inilah yang menjadi kesulitanku saat mengurus dokumen dipemerintahan Indonesia. Entah sudah menjadi rahasia umum bahwa mengurus dokumen dipemerintah akan banyak menemui kesulitan serasa sengaja dilakukan oleh oknum-oknum dipemerintahan. Saat itu entah sudah yang keberapa kalinya pengalamanku setiap kali mengurus dokumen selalu saja dipersulit. Sering butuh waktu berminggu-minggu bahkan bulanan baru dokumen-dokumenku selesai. Entah sudah melayang berapa nominal rupiah demi keberhasilan pengurusan dokumen. Oleh karena itu setiap kali ingin mengurus dokumen akan membuat jantungku dag dig dug saja seakan-akan rasanya malas sekali berurusan lagi dengan petugas-petugas pemerintah itu.
Saat itu aku masih menunggu dokumen-dokumen Akta Kelahiran Ceo, kemudian dokumen KK baru atas perubahan dimasukkannya nama Ceo, lalu Kartu BPJS Ceo selesai. Itupun setelah aku mendesak berulang kali dan juga sempat salah ketik nama Ceo didalam KK lalu harus diubah lagi dan butuh waktu lagi hingga akhirnya hampir dua bulan setengah semua dokumen itu selesai. Hufft...
Tetapi tidak hanya berakhir disitu saja, kemudian aku mulai mengontak seorang agen jasa di Jakarta untuk pembuatan paspor luar negeri dan visa untuk Ceo. Tetapi hampir telah memasuki pertengahan bulan November, namun paspor Ceo masih belum juga selesai, ditambah ada kendala dari Kantor Kepala Imigrasi daerahku tidak juga meng-approve permohonanku meminta contoh tanda tangan beliau sebagai Kepala Kantor Imigrasi agar dapat dimasukkan kedalam sistem data Direktorat Perhubungan, sebagai jenis peraturan baru untuk pengurusan segala macam dokumen luar negeri yang mewajibkan harus pula berbasis online. Sementara KITAS kerja (Kartu Izin Tinggal Terbatas) milik suamiku di Indonesia akan segera berakhir pada bulan Desember 2018. Belum lagi setelah paspor selesai dibuat selanjutnya adalah membuat Affidavit yaitu dokumen yang menerangkan bahwa Ceo adalah anak berkewarganegaraan ganda, agar saat keluar masuk Indonesia tidak perlu visa lagi, sebab paspor Ceo memakai paspor luar negeri di negara papanya bukan memakai paspor Indonesia, seperti punya abangnya anak pertamaku 4 tahun lalu yang sudah selesai semua dokumennya. Jadi anak-anakku di Indonesia memakai Affidavit saja sudah cukup tetapi hanya sampai mereka berusia 18 tahun harus memilih salah satu warga negara.
Kemudian ada masalah lain yaitu aku yang dipilih sebagai panitia Natal 2018 terancam tidak bisa ikut merayakan perayaan natal pada tanggal 15 Desember, padahal momen ini adalah salah satu momen yang aku tunggu sebagai salah satu momen kebersamaan bersama keluargaku di Indonesia sebelum aku berangkat ke luar negeri. Bahkan aku telah sejak berbulan-bulan sebelumnya sudah terlanjur membeli bahan pakaian untuk baju seragam Natal satu keluarga. Aku sudah membayangkan betapa cantiknya seragam natal itu kami pakai sebagai seragam pertama bagi keluargaku diacara natal dimana tidak pernah kami lakukan sebelumnya. Dan pula aku adalah MC diacara natal tersebut dan panitia lain merasa kesulitan untuk mencari MC lainnya karena keberangkatanku yang sangat mendadak bagi mereka.
Lalu ditambah masalah lainnya lagi yaitu pada tanggal 22 Desember adalah kepulangan adik satu-satunya kesayanganku dari Bekasi tempat dia menjalani pendidikan taruna di STTD (Sekolah Tinggi Transportasi Darat) milik pemerintah. Dan aku sudah sangat rindu adikku itu, ingin aku bertemu dengannya sebelum aku berangkat keluar negeri. Sementara untuk rencana jadwal keberangkatan kami adalah tanggal 10 Desember 2018.
Jadi sebetulnya aku seperti dihadapkan dalam masalah seperti memakan buah simalakama. Disatu sisi aku ingin segala dokumen-dokumen Ceo cepat selesai agar kami bisa berangkat sesuai jadwal tanggal 10 Desember. Namun disisi lainnya aku juga berharap masih bisa sempat ikut Natal tgl 15 Desember dan bertemu adikku tanggal 22 Desember. Namun bagaimana mungkin semuanya itu bisa terjadi. Harus ada yang dikorbankan begitu pikirku.
Dan aku pun mulai putus asa, merasa semuanya begitu sesak. Hingga saat itu aku berdoa kepada Tuhan Yesus, aku mulai kembali menyerahkan segala persoalanku kepadaNya. Aku tahu hanya Tuhan Yesus yang dapat menolongku. Keadaan sudah benar-benar diluar kontrolku. Aku tidak tahu bagaimana ini dan itu bisa berjalan dengan lancar. Ah... aku pusing menghadapinya.
Dan, disinilah Tuhan Yesus menyatakan kemuliaanNya.
Akhirnya paspor Ceo pun selesai tepat pada waktunya, dan berhasil tiba di tanganku dengan selamat dan dengan cepat dikirim dari Jakarta. Namun timbul masalah baru, yaitu seperti biasanya ketika aku mengurus dokumen-dokumen beginian dipemerintah, di keeesokan harinya tepat setelah aku terima paspor Ceo dari Jakarta kami pun ke Kantor Imigrasi didaerahku, namun pengurusan Affidavit Ceo tertunda lagi sampai lebih dari satu minggu, disebabkan alasan petugas imigrasi disana adalah bahwa atasan mereka sedang dinas luar. Dan mereka terus mengulur waktu dengan beralasan mau berkoordinasi lagi dengan Kepala Kantor Imigrasi yang lagi-lagi masih dinas di Jakarta.
Betapa resahnya aku saat itu karena waktu sudah semakin mepet sudah memasuki pertengahan bulan Desember. Dan KITAS suamiku akan berakhir pada tanggal 19 Desember yang berarti EPO suamiku harus berangkat setidaknya 2 minggu dibawah tanggal berakhirnya KITAS tersebut.
Dan ditengah-tengah pergumulan seperti itu, aku berdoa lagi berkata kepada Tuhan, ya Tuhan Yesus jadilah sesuai dengan kehendakMu, mungkin aku terlalu punya banyak permintaan begini dan begitu, seperti pula aku meminta pekerjaan baru bagi suamiku. Tetapi kali ini aku relakan saja semuanya seturut apa yang Tuhan kehendaki, kalau aku tidak jadi natal, tidak jadi ketemu adikku juga tidak apa-apa yang penting Affidavit Ceo selesai. Aku sungguh lelah ya Tuhan. . .
Tetapi Tuhan Yesus sungguh sangat amat baik. Tiba-tiba suamiku mengabarkan bahwa dia berhasil diterima bekerja di Serang dan suamiku bilang kami masih bisa ditunda berangkat menjadi tanggal 18 Desember agar bisa menunggu Affidavit Ceo selesai. Betapa lega hatiku saat itu karena ada kelonggaran, dan aku juga bahagia karena artinya aku pun masih bisa tetap ikut Natal Jemaat pada tanggal 15 Desember. Aku bisa jadi MC nya dan aku bisa pakai seragam natal impianku bersama keluargaku. WOW ! Terpujilah Nama Tuhan Yesus !
Tidak berhenti disitu saja, lalu Tuhan pun menjawab doaku lagi. Tiba-tiba besoknya dapat telfon dari imigrasi bahwa Affidavit Ceo sudah bisa diambil besok, WOW Lagi !!! Jadi total menjadi dua minggu lebih pengurusan Affidafit Ceo selesai.
Eh, tiba-tiba suamiku mengabari lagi bahwa keberangkatan kami ditunda lagi karena flight full booked dihampir semua tanggal dibulan Desember kecuali tersisa ditanggal 25 sehingga akhirnya kami benar-benar fixed berangkat menjadi tanggal 25 Desember, oh Tuhan artinya aku masih bisa bertemu adik kesayanganku pada hari kepulangannya tanggal 22 Desember kan !!! Oh WOW WOW Tuhan Yesus sungguh ajaib.
Dia tidak hanya menjawab doaku satu saja, tetapi Tuhan menjadikannya semua berhasil kuperoleh. Jelas bukan karena kuat dan hebatku. Namun oleh karena kebaikan Tuhan menjadikan semua yang mustahil menjadi tidak mustahil lagi. Terimakasih Tuhan Yesus.
Mujizat sungguh sekali lagi Tuhan kirimkan untukku. Mujizat sungguh masih ada. Kita cukup berserah kepada Tuhan, ketika kita telah melakukan bagian kita maka serahkan sisanya kepada Tuhan. Maka Tuhan yang akan selesaikan sisanya. Berserah, berserahlah kepadanya. Sungguh ajaib Engkau Tuhan Yesus. Thank You Lord...
Revisi dari Penulis
( Confession )
Namun saat akhirnya mendapat telepon dari imigrasi untuk bisa mengambil affidavit Ceo, ternyata sampai disana pun mereka belum mem-print kertas affidavitnya dan belum meminta tanda tangan dari atasannya. Memang saya tau pola permainan mereka, karena saya sudah sering mengurus dokumen di pemerintah seperti di capil dan di imigrasi. Akhirnya saya selipkan amplop berisi uang 200 ratus ribu rupiah yang memang sudah saya siapkan dari rumah sebelumnya didalam map untuk petugas itu, yang akhirnya dengan lebih cepat dia memintakan tanda tangan atasannya. Oh, sungguh sedih saya dengan fakta ini, atas pola kerja bangsa kita yang masih penuh dengan korupsi. Dan saya minta ampun sama Tuhan karena hanya merasa terdesak oleh keadaan yang akhirnya ikut-ikutan pakai hikmat dunia.
Yesaya 1:22-23a Perakmu tidak murni lagi dan arakmu bercampur air. Para pemimpinmu adalah pemberontak dan bersekongkol dengan pencuri. Semuanya suka menerima suap dan mengejar sogok.
Yesaya 1:25 Aku akan bertindak terhadap engkau: Aku akan memurnikan perakmu dengan garam soda, dan akan menyingkirkan segala timah dari padanya.
Melalui video Youtube salah satu seorang hamba Tuhan bernama ibu Maq dengan judul Warning ! Ketidakmurnian dan Akibatnya, disitulah saya tersadarkan oleh Roh Kudus yang membukakan bagi saya. Roh Kudus seperti menegur saya untuk menulis dengan kemurnian, untuk melakukan segala sesuatu dengan kemurnian. Sebelum saya terlambat bertobat dan masuk ke perapian yang menyala-nyala saya tulislah revisi ini. Oleh karena itu saya tulis revisi ini sebagai confession saya.
Kiranya menjadi berkat baru terlebih menjadi berkat yang membawa pertobatan bagi kita semua. Jesus bless us. Amen.
Kelahiran Ceo anak keduaku tentu membuatku harus mengurus dokumen-dokumen kelahirannya. Dan ada banyak yang menjadi pergumulanku dalam mengurus dokumen Ceo, terutama dalam mengejar waktu untuk segera menyelesaikannya. Sebagai anak dari orang tua yang berbeda warga negara tentu dokumen yang diurus lebih banyak dari biasanya. Nah, inilah yang menjadi kesulitanku saat mengurus dokumen dipemerintahan Indonesia. Entah sudah menjadi rahasia umum bahwa mengurus dokumen dipemerintah akan banyak menemui kesulitan serasa sengaja dilakukan oleh oknum-oknum dipemerintahan. Saat itu entah sudah yang keberapa kalinya pengalamanku setiap kali mengurus dokumen selalu saja dipersulit. Sering butuh waktu berminggu-minggu bahkan bulanan baru dokumen-dokumenku selesai. Entah sudah melayang berapa nominal rupiah demi keberhasilan pengurusan dokumen. Oleh karena itu setiap kali ingin mengurus dokumen akan membuat jantungku dag dig dug saja seakan-akan rasanya malas sekali berurusan lagi dengan petugas-petugas pemerintah itu.
Saat itu aku masih menunggu dokumen-dokumen Akta Kelahiran Ceo, kemudian dokumen KK baru atas perubahan dimasukkannya nama Ceo, lalu Kartu BPJS Ceo selesai. Itupun setelah aku mendesak berulang kali dan juga sempat salah ketik nama Ceo didalam KK lalu harus diubah lagi dan butuh waktu lagi hingga akhirnya hampir dua bulan setengah semua dokumen itu selesai. Hufft...
Tetapi tidak hanya berakhir disitu saja, kemudian aku mulai mengontak seorang agen jasa di Jakarta untuk pembuatan paspor luar negeri dan visa untuk Ceo. Tetapi hampir telah memasuki pertengahan bulan November, namun paspor Ceo masih belum juga selesai, ditambah ada kendala dari Kantor Kepala Imigrasi daerahku tidak juga meng-approve permohonanku meminta contoh tanda tangan beliau sebagai Kepala Kantor Imigrasi agar dapat dimasukkan kedalam sistem data Direktorat Perhubungan, sebagai jenis peraturan baru untuk pengurusan segala macam dokumen luar negeri yang mewajibkan harus pula berbasis online. Sementara KITAS kerja (Kartu Izin Tinggal Terbatas) milik suamiku di Indonesia akan segera berakhir pada bulan Desember 2018. Belum lagi setelah paspor selesai dibuat selanjutnya adalah membuat Affidavit yaitu dokumen yang menerangkan bahwa Ceo adalah anak berkewarganegaraan ganda, agar saat keluar masuk Indonesia tidak perlu visa lagi, sebab paspor Ceo memakai paspor luar negeri di negara papanya bukan memakai paspor Indonesia, seperti punya abangnya anak pertamaku 4 tahun lalu yang sudah selesai semua dokumennya. Jadi anak-anakku di Indonesia memakai Affidavit saja sudah cukup tetapi hanya sampai mereka berusia 18 tahun harus memilih salah satu warga negara.
Kemudian ada masalah lain yaitu aku yang dipilih sebagai panitia Natal 2018 terancam tidak bisa ikut merayakan perayaan natal pada tanggal 15 Desember, padahal momen ini adalah salah satu momen yang aku tunggu sebagai salah satu momen kebersamaan bersama keluargaku di Indonesia sebelum aku berangkat ke luar negeri. Bahkan aku telah sejak berbulan-bulan sebelumnya sudah terlanjur membeli bahan pakaian untuk baju seragam Natal satu keluarga. Aku sudah membayangkan betapa cantiknya seragam natal itu kami pakai sebagai seragam pertama bagi keluargaku diacara natal dimana tidak pernah kami lakukan sebelumnya. Dan pula aku adalah MC diacara natal tersebut dan panitia lain merasa kesulitan untuk mencari MC lainnya karena keberangkatanku yang sangat mendadak bagi mereka.
Lalu ditambah masalah lainnya lagi yaitu pada tanggal 22 Desember adalah kepulangan adik satu-satunya kesayanganku dari Bekasi tempat dia menjalani pendidikan taruna di STTD (Sekolah Tinggi Transportasi Darat) milik pemerintah. Dan aku sudah sangat rindu adikku itu, ingin aku bertemu dengannya sebelum aku berangkat keluar negeri. Sementara untuk rencana jadwal keberangkatan kami adalah tanggal 10 Desember 2018.
Jadi sebetulnya aku seperti dihadapkan dalam masalah seperti memakan buah simalakama. Disatu sisi aku ingin segala dokumen-dokumen Ceo cepat selesai agar kami bisa berangkat sesuai jadwal tanggal 10 Desember. Namun disisi lainnya aku juga berharap masih bisa sempat ikut Natal tgl 15 Desember dan bertemu adikku tanggal 22 Desember. Namun bagaimana mungkin semuanya itu bisa terjadi. Harus ada yang dikorbankan begitu pikirku.
Dan aku pun mulai putus asa, merasa semuanya begitu sesak. Hingga saat itu aku berdoa kepada Tuhan Yesus, aku mulai kembali menyerahkan segala persoalanku kepadaNya. Aku tahu hanya Tuhan Yesus yang dapat menolongku. Keadaan sudah benar-benar diluar kontrolku. Aku tidak tahu bagaimana ini dan itu bisa berjalan dengan lancar. Ah... aku pusing menghadapinya.
Dan, disinilah Tuhan Yesus menyatakan kemuliaanNya.
Akhirnya paspor Ceo pun selesai tepat pada waktunya, dan berhasil tiba di tanganku dengan selamat dan dengan cepat dikirim dari Jakarta. Namun timbul masalah baru, yaitu seperti biasanya ketika aku mengurus dokumen-dokumen beginian dipemerintah, di keeesokan harinya tepat setelah aku terima paspor Ceo dari Jakarta kami pun ke Kantor Imigrasi didaerahku, namun pengurusan Affidavit Ceo tertunda lagi sampai lebih dari satu minggu, disebabkan alasan petugas imigrasi disana adalah bahwa atasan mereka sedang dinas luar. Dan mereka terus mengulur waktu dengan beralasan mau berkoordinasi lagi dengan Kepala Kantor Imigrasi yang lagi-lagi masih dinas di Jakarta.
Betapa resahnya aku saat itu karena waktu sudah semakin mepet sudah memasuki pertengahan bulan Desember. Dan KITAS suamiku akan berakhir pada tanggal 19 Desember yang berarti EPO suamiku harus berangkat setidaknya 2 minggu dibawah tanggal berakhirnya KITAS tersebut.
Dan ditengah-tengah pergumulan seperti itu, aku berdoa lagi berkata kepada Tuhan, ya Tuhan Yesus jadilah sesuai dengan kehendakMu, mungkin aku terlalu punya banyak permintaan begini dan begitu, seperti pula aku meminta pekerjaan baru bagi suamiku. Tetapi kali ini aku relakan saja semuanya seturut apa yang Tuhan kehendaki, kalau aku tidak jadi natal, tidak jadi ketemu adikku juga tidak apa-apa yang penting Affidavit Ceo selesai. Aku sungguh lelah ya Tuhan. . .
Tetapi Tuhan Yesus sungguh sangat amat baik. Tiba-tiba suamiku mengabarkan bahwa dia berhasil diterima bekerja di Serang dan suamiku bilang kami masih bisa ditunda berangkat menjadi tanggal 18 Desember agar bisa menunggu Affidavit Ceo selesai. Betapa lega hatiku saat itu karena ada kelonggaran, dan aku juga bahagia karena artinya aku pun masih bisa tetap ikut Natal Jemaat pada tanggal 15 Desember. Aku bisa jadi MC nya dan aku bisa pakai seragam natal impianku bersama keluargaku. WOW ! Terpujilah Nama Tuhan Yesus !
Tidak berhenti disitu saja, lalu Tuhan pun menjawab doaku lagi. Tiba-tiba besoknya dapat telfon dari imigrasi bahwa Affidavit Ceo sudah bisa diambil besok, WOW Lagi !!! Jadi total menjadi dua minggu lebih pengurusan Affidafit Ceo selesai.
Eh, tiba-tiba suamiku mengabari lagi bahwa keberangkatan kami ditunda lagi karena flight full booked dihampir semua tanggal dibulan Desember kecuali tersisa ditanggal 25 sehingga akhirnya kami benar-benar fixed berangkat menjadi tanggal 25 Desember, oh Tuhan artinya aku masih bisa bertemu adik kesayanganku pada hari kepulangannya tanggal 22 Desember kan !!! Oh WOW WOW Tuhan Yesus sungguh ajaib.
Dia tidak hanya menjawab doaku satu saja, tetapi Tuhan menjadikannya semua berhasil kuperoleh. Jelas bukan karena kuat dan hebatku. Namun oleh karena kebaikan Tuhan menjadikan semua yang mustahil menjadi tidak mustahil lagi. Terimakasih Tuhan Yesus.
Mujizat sungguh sekali lagi Tuhan kirimkan untukku. Mujizat sungguh masih ada. Kita cukup berserah kepada Tuhan, ketika kita telah melakukan bagian kita maka serahkan sisanya kepada Tuhan. Maka Tuhan yang akan selesaikan sisanya. Berserah, berserahlah kepadanya. Sungguh ajaib Engkau Tuhan Yesus. Thank You Lord...
Revisi dari Penulis
( Confession )
Namun saat akhirnya mendapat telepon dari imigrasi untuk bisa mengambil affidavit Ceo, ternyata sampai disana pun mereka belum mem-print kertas affidavitnya dan belum meminta tanda tangan dari atasannya. Memang saya tau pola permainan mereka, karena saya sudah sering mengurus dokumen di pemerintah seperti di capil dan di imigrasi. Akhirnya saya selipkan amplop berisi uang 200 ratus ribu rupiah yang memang sudah saya siapkan dari rumah sebelumnya didalam map untuk petugas itu, yang akhirnya dengan lebih cepat dia memintakan tanda tangan atasannya. Oh, sungguh sedih saya dengan fakta ini, atas pola kerja bangsa kita yang masih penuh dengan korupsi. Dan saya minta ampun sama Tuhan karena hanya merasa terdesak oleh keadaan yang akhirnya ikut-ikutan pakai hikmat dunia.
Yesaya 1:22-23a Perakmu tidak murni lagi dan arakmu bercampur air. Para pemimpinmu adalah pemberontak dan bersekongkol dengan pencuri. Semuanya suka menerima suap dan mengejar sogok.
Yesaya 1:25 Aku akan bertindak terhadap engkau: Aku akan memurnikan perakmu dengan garam soda, dan akan menyingkirkan segala timah dari padanya.
Melalui video Youtube salah satu seorang hamba Tuhan bernama ibu Maq dengan judul Warning ! Ketidakmurnian dan Akibatnya, disitulah saya tersadarkan oleh Roh Kudus yang membukakan bagi saya. Roh Kudus seperti menegur saya untuk menulis dengan kemurnian, untuk melakukan segala sesuatu dengan kemurnian. Sebelum saya terlambat bertobat dan masuk ke perapian yang menyala-nyala saya tulislah revisi ini. Oleh karena itu saya tulis revisi ini sebagai confession saya.
Kiranya menjadi berkat baru terlebih menjadi berkat yang membawa pertobatan bagi kita semua. Jesus bless us. Amen.
*EPO ( Exit Permit Only adalah izin untuk meninggalkan Indonesia dan tidak kembali lagi. Biasanya Tenaga Kerja Asing (TKA) sudah habis masa kontrak kerjanya dengan perusahaan tempat dia bekerja. EPO dapat diurus di Kantor Imigrasi tempat KITAS TKA tersebut diterbitkan )
Catatan kecil :
Setiap cerita merupakan kisah nyata dari penulis sendiri dan beberapa nama, tempat dan peristiwa tidak dijelaskan secara eksplisit demi menjaga privasi dari penulis dan orang-orang yang berkaitan.
Semoga setiap kisah dapat menginspirasi saudara, menjadi jawaban dari pertanyaan-pertanyaan saudara yang mungkin mengalami peristiwa yang serupa dan menjadi berkat bagi saudara. Selamat membaca, Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amen.
Baca juga kisah lainnya tentang bagaimana proses demi proses yang kulalui dalam perjalanan iman bersama Tuhan Yesus.
1. Kesaksian Hidupku Dipulihkan Tuhan Yesus dan Lahir Baru (Part 1) |Kisah ini terjadi saat aku mulai hidup jauh meninggalkan Tuhan didalam hidupku
2. Kesaksian Hidupku Dipulihkan Tuhan Yesus dan Lahir baru (part 2) | Aku yang sejak awal hanyalah kristen KTP
3. Pewahyuan Nama Anak Keduaku Sebagai Ezralceo Sean 'Penolong Yang Kuat Hadiah dari Tuhan dan Sebagai Tanda Kembali Ke Dalam Rencana Tuhan'
4. Aku Mendapat Rhema dan Kuucapkan ! | Firman Tuhan Yang Menjadi Rhema | Aku Tahu Itu Rhema Buatku | Peperangan Roh Bertarung Melawan Negeri Penyembah Berhala
5. Cerita Kesaksian Bagaimana Adikku Mendapat Beasiswa Masuk Sekolah STTD (Sekolah Tinggi Transportasi Darat) di Bekasi | Sekolah Taruna Milik Pemerintah | Kejadiannya Sungguh Ajaib
Setiap cerita merupakan kisah nyata dari penulis sendiri dan beberapa nama, tempat dan peristiwa tidak dijelaskan secara eksplisit demi menjaga privasi dari penulis dan orang-orang yang berkaitan.
Semoga setiap kisah dapat menginspirasi saudara, menjadi jawaban dari pertanyaan-pertanyaan saudara yang mungkin mengalami peristiwa yang serupa dan menjadi berkat bagi saudara. Selamat membaca, Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amen.
Baca juga kisah lainnya tentang bagaimana proses demi proses yang kulalui dalam perjalanan iman bersama Tuhan Yesus.
1. Kesaksian Hidupku Dipulihkan Tuhan Yesus dan Lahir Baru (Part 1) |Kisah ini terjadi saat aku mulai hidup jauh meninggalkan Tuhan didalam hidupku
2. Kesaksian Hidupku Dipulihkan Tuhan Yesus dan Lahir baru (part 2) | Aku yang sejak awal hanyalah kristen KTP
3. Pewahyuan Nama Anak Keduaku Sebagai Ezralceo Sean 'Penolong Yang Kuat Hadiah dari Tuhan dan Sebagai Tanda Kembali Ke Dalam Rencana Tuhan'
4. Aku Mendapat Rhema dan Kuucapkan ! | Firman Tuhan Yang Menjadi Rhema | Aku Tahu Itu Rhema Buatku | Peperangan Roh Bertarung Melawan Negeri Penyembah Berhala
5. Cerita Kesaksian Bagaimana Adikku Mendapat Beasiswa Masuk Sekolah STTD (Sekolah Tinggi Transportasi Darat) di Bekasi | Sekolah Taruna Milik Pemerintah | Kejadiannya Sungguh Ajaib
Komentar
Posting Komentar