Kesaksian Hidupku Dipulihkan Tuhan Yesus dan Lahir baru (part 2) | Aku yang sejak awal hanyalah kristen KTP

Lanjutan dari part I... 

Lanjutan dari part I... 

Masalah Mulai Timbul

Selama 4 tahun kemudian rumah tangga kami mengalami pasang surut dan selama itu aku hidup semakin jauh dalam hadirat Tuhan.  Aku mulai terbiasa untuk jarang atau tidak berdoa setiap hari dan menjadi sangat jarang beribadah kegereja, bahkan merasa kenapa cepat sekali sudah hari minggu lagi dan aku selalu mendapatkan perasaan yang tertuduh karena tidak beribadah digereja lagi dan aku mulai resah.

Aku yang sejak awal hanyalah kristen KTP dengan iman suam-suam kuku ini tidak tau mau kemana kubawa arah hidupku. Aku semakin kehilangan identitas diri sebagai anak Tuhan. Hingga berbagai-bagai pencobaan datang menimpa hidupku. Suamiku mengalami mutasi kerja berkali-kali, kena sanksi berkali-kali, kami terpaksa menjalani LDR (long distance relationship) berkali-kali, kemudian anak pertamaku mengalami keterlambatan bicara dan gangguan perkembangan otak yang mengarah ke epilepsi, dan kemudian juga kami mengalami banyak sekali pencobaan-pencobaan lainnyaNamun aku masih belum tau caranya kembali kepada Tuhan, aku masih mengeraskan hati. Hidupku semakin dipenuhi dengan roh kesombongan, roh kepahitan, roh kebebalan hati, roh mengasihani diri sendiri,  roh keegoisan, roh iri hati, roh kedengkian, roh cemburu, roh dendam, roh kekecewaan dan roh kenajisan.

Aku akan iri hati kalau melihat keluarga orang lain terlihat bahagia. Aku menjadi sangat suka bergosip demi mencari pembenaran diri sendiri dan demi mendapat kepuasan semu belaka. Aku juga merasakan kekecewaan luar biasa terhadap suamiku, merasa dialah penyebab hidupku tidak bahagia. Aku menyalahkan dia karena merasa dia yang membuat aku menikah dengan dia yang tidak mengenal Allah dan membuat aku semakin jauh dari Tuhan. Perasaan tertuduh karena menikah dengan suami yang tidak mengenal Allah sangatlah besar. Membuat aku juga menjadi menyakiti anak pertamaku.  Aku sering meneriaki, membentak dan memukul dia kalau dia sedang nakal dan memicu kemarahanku. Aku sulit menerima keadaannya yang terlambat bicara. Dimataku dia adalah anak yang paling bodoh. Setiap kekecewaanku aku lampiaskan kepada anak dan suamiku.

Diselamatkan Tuhan dan Titik Balik Pertobatanku


Hingga akhirnya masuk dipenghujung tahun di tahun keempat pernikahan kami di bulan November. Ternyata aku hamil anak kedua, sebuah kehamilan yang tidak direncanakan. Dan seperti biasa aku mengalami mual-mual hebat, tidak nafsu makan dan kondisiku benar-benar lemah. Aku baru mengetahui kehamilan anak kedua sesaat setelah suami baru saja berangkat ke Indonesia lagi untuk bekerja, sebelumnya kami masih bersama-sama diluar negeri dirumah kediaman suamiku, rencananya anak pertamaku akan sekolah disana. Akhirnya aku meminta diijinkan menyusul pulang ke Indonesia lagi kerumah orang tuaku khususnya, karena aku ingin supaya ada yang mengurusku buat sementara oleh karena aku yang sedang ngidam dan mual muntah. Sementara aku juga tidak bisa ikut ditempat suami kerja karena lokasi kerjanya berbahaya, masuk kampung dan harus melewati sungai yang panjang karena disitulah lokasi mutasi terakhir pekerjaan yang didapat suamiku saat itu.

Namun apa yang terjadi, ternyata suamiku malah menyuruhku menggugurkan kandunganku, dan pernah juga saat kehamilan anak pertama kami dia juga pernah menawarkan anaknya untuk digugurkan. Alasan untuk anak pertama karena masih belum mau punya anak dulu tapi untuk anak kedua karena kondisi kami yang sedang long distance dan permintaanku untuk kembali ke Indonesia menurutnya tidak masuk akal . Hingga dia mengambil jalan keluar seperti itu. Tetapi tentu saja aku menolak mentah-mentah usul aborsi anak tersebut karena itu kekejian di mata Tuhan. Dan kemudian setelah berdebat terus menerus, akhirnya suamiku malah meminta cerai.

Ternyata pria yang dulunya kukira begitu mencintaiku dan memperjuangkan untuk mendapatkanku adalah seorang pria yang sangat keras hatinya. Aku berfikir apakah karena dia juga pernah menjadi tentara militer selama kurang lebih 6 tahun dulunya,  sehingga membuat dia memiliki jiwa yang keras. Hampir setiap hari dia mengirimkan pesan yang mengandung  kalimat perceraian dan kalimat-kalimat tidak masuk akal yang menyakiti hatiku. Ditengah-tengah kondisi fisik yang semakin kurus lemah dan tidak bertenaga, dinegeri orang sendirian mengurus anak pertama yang baru berusia sekitar 3.5 tahun dan tidak lancar berbicara, suami yang sedang marah tidak mendukungku dan malah ingin menceraikanku, membuatku perlahan mulai menyadari situasiku. Perlahan-lahan tembok pertahanan yang aku bangun didalam hatiku yang merasa bahwa hidupku selama ini baik-baik saja mulai runtuh. Perlahan-lahan pula aku mulai menyadari bahwa ayah mertuaku yang menyembah berhala itu ingin menarik hidupku dan anak-anakku ikut menjadi penyembah berhala juga. Beliau mengharuskan suamiku, aku dan anak-anak kami untuk menghormati roh leluhur mereka terutama dalam setiap perayaan mereka dan memberikan kami makanan bekas penyembahan berhala. Aku mulai sadar bahwa selama ini aku mengikuti saja dan tidak berani menolak karena takut. Lalu aku teringat akan bangsa Israel yang menikah dengan orang diluar bangsa Israel yang menyembah berhala dan patung-patung yang akhirnya dimurkai Allah, seketika aku merasa kelu dan tertampar rasanya menyadari bahwa aku telah melakukan kesalahan yang begitu fatal dalam hidupku. Kesalahan yang sangat keji dihadapan Tuhanku. Aku merasa sangat menyesal memiliki iman yang suam-suam kuku, sekarang semuanya sudah terlambat aku hanya bisa menyesali dan menyadari hanya Tuhan yang mampu menolong aku keluar dari situasi itu, aku harus kembali kepada Tuhan.

Ketika berkat Tuhan yang begitu melimpah dulu kuterima, aku hanya tau menikmati tapi tidak juga bertobat. Namun akhirnya ketika aku jatuh kedalam pencobaan berat yang tidak sanggup kutahan, saat itu aku merasa benar-benar tidak bisa menahannya lagi. Aku merasa ini seperti last warning dari Tuhan atas panggilanNya bagi hidupku. Akhirnya aku jatuh berlutut berdoa dibawah kaki Tuhan Yesus memohon pengampunan Bapa di Surga.  Aku menangis begitu hebatnya dan berdoa dengan sungguh-sungguh setelah sekian lama aku sudah tidak pernah berdoa serius mencari Tuhan. Aku mulai mengakui semua dosaku satu persatu perlahan aku meminta pertolongan Tuhan untuk bisa menyelamatkan hidupku dan membuatku dibolehkan suami kembali ke Indonesia demi kehamilanku. Aku mulai mengambil keputusan bahwa inilah saatnya aku harus berubah dengan tidak lagi melakukan dosa-dosa yang aku lakukan dulu dan mengikuti panggilan Tuhan, aku harus menyangkal diri dan pikul salib. Kini aku mulai mengerti makna dari ayat alkitab Lukas 9:23 Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.

Aku bergumul didalam doa dan tangisan setiap hari. Tubuhku semakin lemah namun hatiku dipulihkan. Aku merasa telah berdamai kembali dengan Bapa disurga. Dimana aku yang selama ini hidup selalu dihantui perasaan berdosa dan bersalah dan malu kembali kepada Tuhan. Namun Tuhan adalah Bapa yang penuh kasih dan Allah yang mengampuni, Tuhan juga adalah Gembala yang baik yang selalu mencari dombanya yang hilang. Dan tiba-tiba 2 minggu kemudian mujizat pun terjadi. Tuhan benar-benar sanggup mengubah hati suamiku. Suamiku kemudian tidak marah lagi, dia mendengarkanku melalui iparku yang membantu berbicara kepadanya juga. Suamiku juga mengizinkan aku kembali ke Indonesia.

Perlahan-lahan hubunganku dengan Tuhan mulai dipulihkan,  dan ketika aku mulai bersungguh-sungguh mencari hadiratNya ternyata benar Tuhan ada bagi kita.  Matius 7:7 "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.

Dan benar pula ketika aku bersedia memikul salib sekalipun, tetapi ternyata tidak berat .
Matius 11:28-30 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan." Padahal dulu aku mengira bahwa kalau aku pikul salib pastilah aku tidak sanggup, namun ternyata Tuhan Yesus lah yang menguatkan selama kita mau serahkan kehendak bebas kita padaNya. Karena Tuhan mencari orang yang mau bukan orang yang mampu. 

Ada banyak cerita kesaksian hidupku setelah dipulihkan Tuhan. Ternyata benar-benar seru hidup didalam Tuhan, karena sekalipun menghadapi bahaya tetapi aku selalu melihat kemuliaan Tuhan dinyatakan didalam hidupku .
Bahkan setelah aku kembali ke Indonesia , sebulan setelah itu suamiku memintaku lagi agar kembali ke luar negeri untuk melahirkan disana, tetapi aku ingin melahirkan di Indonesia agar ada keluarga yang membantuku pasca melahirkan pikirku. Tetapi seperti biasa suamiku mulai keras hati lagi, mulai menyerangku dengan kata-kata menyakiti lagi. Namun kali ini aku belajar langsung mengandalkan Tuhan. Aku melakukan doa pujian dan penyembahan. Tiba-tiba sekitar tiga hari kemudian hati suamiku menjadi lembut dan mau mendengarkanku untuk tetap melahirkan di Indonesia. Yes, terpujilah nama Tuhan Yesus. Dia Allah yang sanggup mengubahkan hati setiap manusia. Dia sanggup melakukan apa saja. Tidak ada yang mustahil bagiNya. Namun kita pun harus sungguh-sungguh dan setia didalam kehendakNya dan menjaga kekudusan. Berhenti sekarang juga dari segala kenajisan pornografi, masturbasi, onani, gosip, iri hati, tidak mengampuni, dendam, amarah dan dari segala dosa terselubung oleh kerohanian kita yang membuat hidup kita tidak murni bagi Tuhan. Jangan takut, Tuhan pasti kuatkan dan mampukan kita bagi yang berserah didalamNya. Tuhan Yesus memberkati semua pembaca. Amen !


Catatan kecil :  
    Setiap cerita merupakan kisah nyata dari penulis sendiri dan beberapa nama, tempat dan peristiwa tidak dijelaskan secara eksplisit demi menjaga privasi dari penulis dan orang-orang yang berkaitan. 

Semoga setiap kisah dapat menginspirasi saudara, menjadi jawaban dari pertanyaan-pertanyaan saudara yang mungkin mengalami peristiwa yang serupa dan menjadi berkat bagi saudara. Selamat membaca, Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amen.

Baca juga kisah lainnya tentang bagaimana proses demi proses yang kulalui dalam perjalanan iman bersama Tuhan Yesus.


1. Pewahyuan Nama Anak Keduaku Sebagai Ezralceo Sean 'Penolong Yang Kuat Hadiah dari Tuhan dan Sebagai Tanda Kembali Ke Dalam Rencana Tuhan'

2. Kesaksianku Aku Ditolong Tuhan | Kesaksianku Semua Dokumen-Dokumen Paspor, Akta Kelahiran, KK dan Affidavit Anakku Selesai Tepat Waktu | Tidak Ada Yang Mustahil Bagi Tuhan Yesus | Mujizat Dihari Natal

3. Aku Mendapat Rhema dan Kuucapkan ! | Firman Tuhan Yang Menjadi Rhema | Aku Tahu Itu Rhema Buatku | Peperangan Roh Bertarung Melawan Negeri Penyembah Berhala

4. Cerita Kesaksian Bagaimana Adikku Mendapat Beasiswa Masuk Sekolah STTD (Sekolah Tinggi Transportasi Darat) di Bekasi | Sekolah Taruna Milik Pemerintah | Kejadiannya Sungguh Ajaib





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku Mendapat Rhema dan Kuucapkan ! | Firman Tuhan Yang Menjadi Rhema | Aku Tahu Itu Rhema Buatku | Peperangan Roh Bertarung Melawan Negeri Penyembah Berhala

Kesaksian Hidupku Dipulihkan Tuhan Yesus dan Lahir Baru (Part 1) |Kisah ini terjadi saat aku mulai hidup jauh meninggalkan Tuhan didalam hidupku.

Cerita Kesaksian Bagaimana Adikku Mendapat Beasiswa Masuk Sekolah STTD (Sekolah Tinggi Transportasi Darat) di Bekasi | Pertobatan | Teguran dari Roh Kudus | Revisi Tulisan dari Sebelumnya | Sekolah Taruna Milik Pemerintah | Kejadiannya Sungguh Ajaib